Ai-Syah Aathifah
Rasullulah bersabda, "Tiada suatu yang lebih kusukai dari dua tetesan,
yaitu tetesan darah yang tumpahan darah karena jihad fisabilillah dan
tetesan air mata yang mengalir karena rasa takut dan rindu kepada Allah"
(HR Tirmidzi).
Dalam riwayat lain, "Tiada setetes yang lebih disukai Allah 'Azza wajala daripada setetes darah di jalan Allah".
...(HR Aththahawi)....
Di tengah-tengah kehidupan ini, pernahkah kita, barang sekali, menjerit,
menumpahkan air mata ketika kita bangun di tengah malam, mengadukan
hidup yang penuh dengan nista dan dosa ini kepada Dia yang Maha Rahmat?
Ibarat tanah yang gersang, padang yang kering semua, tetumbuhan yang
layu, maka datanglah rintik hujan jatuh dari langit, begitulah air mata
penyesalan, air mata kerinduan, air mata manusia yang tawadhu' dan para
pendosa yang bertaubat, bagaikan menghapus 'kegersangan' jiwa yang
nista.
Jiwa yang layu menjadi tegak dan tumbuh kembali optimisme, kegelisahan qalbu yang
gersang dengan bergagai nista, kini pupus, bagaikan debu-debu yang hanyut terbawa arus.
❤`♥ ♥ •.¸¸❤`•.¸.¸¸.•* ♥ ♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´ ♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥
Rasullulah kekasih Allah, merengguk menumpahkan air mata, karena penuh
harap untuk jumpa denga-Nya. Sayyidina Abu Bakar ash-Shidiq ra.
senantisa menangis ketika menegakkan shalat. Mereka adalah manusia
pilihan Allah. Mereka adalah orang-orang yang punya derajat tinggi di
depan Allah. Dalam Suatu hadits seusai shalat (fardu) Rasullullah
beristighfar kepada Allah tiga kali, "Ya Allah Engkau Maha Pemberi
ketentraman dan perdamaian. Dari Engkaulah datangnya ketentraman dan
perdamaian, wahai Rabb yang Maha Memiliki keagungan dan kemulyaan."
(H.R.Muslim).
Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita seperti manusia pilihan Allah itu?
Tatkala kita lahir, kita menangis dan orang-orang di sekeliling kita
tertawa terbahak-bahak bahagia karena menyambut kedatangan kita, maka
ketika kita mati nanti, jadikanlah kita tertawa bahagia karena akan
jumpa dengan Allah Sang Maha Kekasih, walaupun orang-orang yang kita
tinggalkan menangis pilu karena kehilangan anggota keluarga yang mereka
cintai.
Sesungguhnya, menangis di dunia itu lebih baik bagi kita ketimbang kita
menangis di akhirat nanti. Sebab itu, sudah sepantasnyalah setiap kita
waspadai diri, agar kita terhindar dari kegersangan jiwa yang nista,
agar kita terhindar dari tipe manusia yang tidak mau bertaubat. Padahal
Rasulullah bersaba, "Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang
menangis karena takut kepada Allah" (HR.Tirmidzi dan Abu Hurairah ra).
*•✿ ♥ ✿•♥*•✿ ♥ ✿•♥ *•✿ ♥ ✿•♥*•✿ ♥ ✿•♥ *•✿ ♥ ✿•♥*•✿ ♥
Kita mengarungi samudra dunia, bukan untuk tenggelam terpikat oleh ilusi
fatamorgana. Kayuhlah biduk kehidupan kita, dan seberangi samudra dunia
untuk mencapai tujuan abadi surgawi. Kerahkan seluruh potensi untuk
tetap survive dalam perjuangan menembus badai samudra, sesekali kita
boleh menyelam, tetapi ingatlah! Tujuan kita bukan untuk mati tenggelam,
tetapi tujuan kita yang hakiki adalah mencapai pantai kebahagiaan
sebagai tujuan akhir dari segala makna yang kita berikan untuk
kehidupan.
Kita lihat wajah kita setiap hari di muka cermin, bersolek dan hiasi
tubuh kita, tetapi jangan lupa menengok pigura ruhani kita. Hiasi dan
percantik qalbu itu, adakah hari ini iman kita lebih baik dari hari
kemarin? Adakah prestasi amal kita lebih baik menyongsong hari-hari yang
semakin singkat dan pendek. Lahir, hidup, mati, kemudian dilupakan
orang! Tergolek abadi menanti pengadilan akhir dari kehidupan yang
panjang.
Ya Allah apa yang telah diperbuat oleh hamba selama ini? Jawabannya ada
dalam dada masing-masing. Apakah hamba hanya mengumpukan dosa dan
menanti kematian? Jawabannya, entahlah, hati kita yang menjawab dengan
lancar walaupun lidah terdiam malu.
Anas ra. berkata, "Pada suatu hari, Rasullulah Saw. berkhutbah, belum
pernah saya mendengar khutbah seperti ini, lalu beliau bersabda,
'Andaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan
sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.' Mendengar ucapan Rasullullah
ini, seluruh sahabat menutup mukanya masing masing sambil menangis
tersedu-sedu"
(HR.Bukhari- Muslim).
Allah berfirman dalam QS an-Najm ayat 59-60, "Apakah setelah mendengar
keterangan ini, engkau merasa heran lalu tertawa dan tidak menangis?"
Selanjutnya dalam QS al-Isra: 109, Allah berfirman, "Dan
sujudlah/tersungkurlah mereka sambil menangis, dan mereka bertambah
khusuk." Oleh sebab itu, menangislah sebelum datang hari dimana engkau
akan ditangisi."
Silahkan gabung di page
http://www.facebook.com/pages/Dengan-Cinta-Nya-Meniti-Surga/235899556448064
❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤
♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸ ¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*• ♫ (´'`v´'`)
`•.¸.•´ ღ☆ღ Semoga catatan ini bermanfa'at ღ☆ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´
♥♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥♫♥♫Salam Ukhuwah Fillah ♥♥
♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Jika ada Pertanyaan sebaiknya diutarakan